Terbaru

Saturday, September 5, 2015

Gejala dan Ciri Kista pada wanita


Gejala dan Ciri  Kista pada wanita. Telah jadi kodratnya bahwa tubuh wanita tentu lebih rumit dari pada pria . begitupun  dengan alat kelamin serta penyakit yang masing-masing derita, seperti sering dialami  wanita seperti kista. Kista adalah  tumor berbentuk kantong dan didalamnya berisikan cairan. Organ reproduksi yang sering  mengalami beberapa kelainan berupa kista adalah ovarium. Kista ovarium pun berbagai macam jenis, ini dapat diketahui pemeriksaan  dari dalam  jaringan yang membentuknya, serta isi cairan yang terkandung didalamnya.

Timbulnya kistapun sangat beragam, tetapi paling sering terjadi disebabkan oleh pertumbuhan folikel pada indung telur yang berubah menjadi kista folikel. Folikel sebenarnya adalah kantong yang berisi cairan dalam jumlah normal (tidak berlebihan) dan mengandung sel telur. Kista folikel terbentuk bila pada satu siklus haid, folikel tumbuh menjadi lebih besar dari biasanya dan sel telur tidak bisa keluar dari indung telur (tidak bisa ovulasi).

Jika demikian Seiring berjalannya waktu kewaktu , kista folikel dapat berubah dengan sendirinya. Kista ini juga berisi darah yang disebut kista hemoragik atau kista endometrioid. Sebabnya adalah trauma atau terjadi kebocoran dari pembuluh darah yang sangat kecil ke dalam kantong telur. Cairan kista endometrioid berisi darah haid, dan kista dermoid terdiri dari jaringan rambut dan lemak. Kista termasuk jenis tumor yang angka kejadiannya cukup tinggi pada alat reproduksi. Kista dapat mengganggu proses reproduksi yang menyebabkan tidak  terjadinya kehamilan.

Seringkali , seorang wanita tidak mengetahui bila ia menderita kista, kecuali jika sudah membesar dan teraba dari luar. Beberapa gejala sering timbul adalah rasa sakit bila menggerakkan perutnya. Rasa sakit yang timbul karena terjadi adanya robekan kista, pertumbuhan yang sangat cepat atau perdarahan di dalam kista atau kista yang berliku di area suplai perdarahan. Kista selalu ditemukan secara kebetulan saat memeriksakan diri karena ada keluhan pada kandunganya. Pemeriksaan USG saat ini merupakan teknik pemeriksaan yang sangat akurat terhadap adanya gejala kista di daerah kandungan.

Pemeriksaan  dengan USG (Ultra sonography) sangat tepat  dan tidak menimbulkan rasa sakit atau ada efek samping berbahaya. untuk itu  pemeriksaan USG harus dilakukan oleh dokter spesialis agar mendapat hasil yang akurat . Selain pemeriksaan USG, kista juga dapat terdeteksi dengan  pemindaian CAT atau MRI (magnetic resonance imaging).

Wanita yang berusia 40 tahun atau kurang dari 40 tahun dan siklus haidnya normal, bila ada benjolan pada indung telur umumnya merupakan kista ovarium yang fungsional. Namun benjolan tersebut tidak benar-benar abnormal karena kondisi abnormal karena kondisi tersebut berkaitan dengan proses ovulasi (keluarnya sel telur dari indung telur) yang terjadi pada siklus haid normal. Pada umumnya benjolan seperti ini akan menghilang dengan sendirinya saat siklus-siklus haid berikutnya. Olehnya, bila hal tersebut terjadi, terutama pada wanita berusia 20-30 tahun, kista ini harus diobservasi, apakah pada siklus-siklus haid berikutnya masih ada atau tidak. Jika masih ada, apakah besarnya tetap atau makin membesar.


0 komentar:

Post a Comment