Home » , » Priapismus (Anemia sel sabit

Priapismus (Anemia sel sabit

Written By Alkes Makassar on Friday, April 26, 2013 | Friday, April 26, 2013


Liputan6.com, New Delhi : Seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun di Nagpur, India, mengalami ereksi selama 2 jam hingga 4 jam tanpa henti. Kondisi itu membuatnya tersiksa. Semua pengobatan telah dijalani dan ia akhirnya bisa sembuh.
Dalam dunia kesehatan, kondisi tersebut memang langka dan dinamai priapismus atau paling dikenal dengan gangguan sel darah merah yang disebut dengan anemia sel sabit.
Para dokter di Government Medical College di Nagpur dibuat kebingungan. Soalnya, anak itu tak merespons semua obat yang diberikan. Bahkan dia terus mengalami ereksi spontan dalam jangka waktu tertentu selama berhari-hari.
Profesor di Medical College Dr Rajashree Khot, yang mengobati remaja itu menyebutkan kalau kasus tersebut sangat tak biasa. Kondisi priapismus dialami kurang dari 1 persen pada pasien dengan sel sabit.
Sebuah penelitian di luar negeri mendokumentasikan ereksi yang menyakitkan itu dalam kondisi tanpa hasrat seksual dan dialami pada 8 persen pasien sel sabit. Yang lebih fatal, sebanyak 25 persen pasien mengalaminya dalam waktu lima tahun pada periode pertama.
"Anak itu tak mempunyai riwayat demam, nyeri sendi atau tulang, yang merupakan beberapa gejala klasik pada pasien dengan anemia sel sabit. Tak ada riwayat nyeri dada atau sesak napas," ujar Dr Khot seperti dikutip Health.India, Senin (22/4/2013).
Satu-satunya sejarah ereksi menyakitkan pernah dialami ketika ereksi berlangsung tiga hingga empat jam.
"Jadi priapism mungkin merupakan manifestasi dari krisis vaso-oklusif (berkembangnya bekuan di pembuluh darah kecil) dari penyakit sel sabit," ujar Dr Khot.
Remaja itu akhirnya menjalani berbagai pengobatan termasuk cairan intravena dan obat-obatan, tapi tak ada yang mempan. Kemudian, remaja itu dua kali menjalani prosedur dengan menguras keluar darah dari jaringan yang ereksi di penis dan memberi tablet bernama Gabapentin, yang biasanya digunakan untuk mengobati epilepsi dan berhasil sembuh.
Dr Knot menegaskan, pasien dengan priapismus sebaiknya diobati sesegera mungkin karena bisa menyebabkan disfungsi ereksi di kemudian hari. (Mel/Abd)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Support : Other blog | Toko Alkes | Butuh Mobil | Property
Copyright © 2011. Alkes Makassar - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger