Terbaru

Sunday, April 1, 2012

Anda Berisiko Tinggi Stroke? Pelajari Gejalanya dan Cari Pertolongan Segera

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA --Kepala unit stroke RSUP Dr Sardjito  Yogyakarta, dr Ismail Setyopranoto  SpS (K), mengatakan,  mereka yang berisiko tinggi sebaiknya mengenali tanda gejala stroke secara dini dan segera ke rumah sakit untuk bantuan segera. Menurutnya, potensi terjadinya stroke disebabkan oleh faktor risiko hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan hiperkolesterol yang sudah diderita pasien.

Untuk menghindari serangan stroke, pegenalan tanda gejala stroke secara dini dan upaya rujukan ke rumah sakit harus segera dilakukan. Menurutnya, keberhasilan terapi stroke sangat ditentukan oleh kecepatan tindakan pada stadium akut, yang artinya makin lama upaya rujukan ke rumah sakit atau makin lama waktu antara saat serangan dengan waktu pemberian terapi berarti makin buruk prognosisnya.

“Perawatan terhadap pasien stroke perdarahan harus dilakukan di  intensive care unit (ICU). Jika didapatkan volume perdarahan lebih dari 30 cc, perdarahan intraventrikuler dengan hidrosefalus atau keadaan pasien secara klinis cenderung memburuk,” tambahnya.

Dikatakannya, dari jumlah pasien stroke yang ada di Sardjito 70 persen di antaranya termasuk stroke iskemik akut dan 30 persen lainnya stroke perdarahan. Jumlah kematian pada stroke iskemik sebesar 9,3 persen dan stroke perdarahan sebesar 14,4 persen.

"Stroke dengan serangan yang akut, dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Merupakan penyebab utama kecacatan fisik maupun mental pada usia produktif dan usia lanjut," terang Ismail saat berbicara dalam seminar dan somposium Clinical Updates 2011 di Auditorium Fakultas Kedokteran (FK) UGM (16-17/1).

Diakuinya, manajemen stroke akut secara komprehensif di lakukan di rumah sakit adalah untuk meminimalkan jumlah sel yang mengalami kerusakan. Caranya  melalui perbaikan jaringan panumbra dan pencegahan terjadinya pendarahan lebih lanjut pada pendarahan intraserebral.

0 komentar:

Post a Comment